Jumat, 15 Mei 2015

Contoh Kasus Mengenai Teknologi Informasi

1.      Contoh kasus aplikasi sistem informasi :
·         Jet Blue and the Veterans Administration : The Critical Importance ofIT Processes
            Di tengah krisis, JetBlues departemen TI mengembangkan sebuah database yang memungkinkan tim penjadwalan perusahaan penerbangan untuk meningkatkan multitasking. ”Mereka menerima panggilan telepon dari anggota kru kami, dan kami menciptakan sebuah database untuk masuk dalam keberadaan anggota kru kami. Kemudian informasi yang akan sinkron dengan informasi tentang anggota kru yang berada di sistem utama,” Brinker kata. ”Sekarang, selama situasi cuaca, penerbangan kami dan tangan awak penerbangan dapat menghubungi kami dan memberi kami lokasi di mana mereka berada, dan kita dapat mulai membangun kembali penerbangan immediately menggunakan alat ini Kami melakukannya dengan referensi silang di mana. para awak kapal mengatakan mereka dibandingkan tempat computer kata mereka, yang tidak selalu sinkron.” Brinker berkata perusahaan penerbangan tidak pernah berpengalaman menurun penuh sebelumnya, jadi ini tidak dibutuhkan untuk menggunakan jenis dari database. “Sistem, yang mana telah dikembangkan dalam 24 jam dan diterapkan di dalam pertengahan krisis JetBlue, sekarang sedang diterapkan sebagai waktu sistem penuh, “katanya. Ini adalah nyata di balik layar perbaikan untuk kedua anggota kru kami dan pelanggan,” katanya. JetBlue juga meningkatkan cara berkomunikasi dengan pelanggan, termasuk mendorong keluar peringatan penerbangan otomatis untuk pelanggan: melalui e-mail dan perangkat mobile.
Pada pagi hari 31 Agustus 2007, staf di pusat-pusat medis di seluruh california utara mulai hari kerja, mereka dengan cepat menemukan bahwa mereka tidak bisa masuk ke sistem pasien mereka.  Aplikasi utama pasien , vista dan CPRS, tiba-tiba menjadi tidak tersedia. Fasilitas medis yang terkena dampak langsung diimplementasikan rencana darurat lokal mereka, yang terdiri dari tiga tingkat: yang pertama dari mereka adalah kegagalan dari data pusat sacramento ke pusat data denver,  menurut Bryan D. volpp, kepala asosiasi staf dan informatika klinis. volpp diasumsikan bahwa pusat data di sacramento akan pindah ke tingkat cadangan pertama, beralih ke denver data center. itu tidak terjadi. Pada hari, situs denver tidak tersentuh oleh usia keluar sama sekali. 11 situs berjalan di daerah itu dipertahankan operasi normal mereka sepanjang hari. jadi mengapa tidak. Tim Raffin  membuat keputusan untuk jatuh ke denver? apa tim di sacramento ingin menghindari itu menempatkan pada risiko 11 lokasi yang tersisa dalam lingkungan hidup denver, fasilitas yang masih beroperasi tanpa gangguan. masalahnya bisa saja perangkat lunak terkait. “Raffin mengatakan dalam kasus itu, masalahnya mungkin telah menyebar ke fasilitas VA denver, juga. Sejak kelompok sacramento tidak dapat menentukan masalah. Mereka membuat keputusan untuk tidak jatuh.
Menurut volpp, gangguan sangat menghambat operasi normal kita, khususnya dengan rawat inap dan rawat jalan dan farmasi, kurangnya catatan elektronik dicegah penduduk pada putaran mereka dari mengakses grafik pasien untuk meninjau hasil hari sebelum atau menambahkan perintah. perawat tidak bisa menyerahkan pergeseran dari satu ke yang lain melalui vista. karena mereka terbiasa. pembuangan harus ditulis dengan tangan, sehingga pasien tidak menerima daftar normal instruksi atau obat, yang biasanya diproduksi secara elektronik. Volpp mengatakan, bahwa dalam beberapa jam pemadaman tersebut. ”Sebagian besar pengguna mulai merekam dokumentasi mereka di atas kertas,” termasuk resep, pesanan laboratorium, bentuk persetujuan dan tanda-tanda vital dan pemutaran. Ahli Jantung tidak bisa membaca EKG, karena mereka biasanya Ulasan online, juga tidak bisa mereka memesan, update, atau menanggapi konsultasi. Di Sacramento, kelompok akhirnya pegangan pada apa yang terjadi menyebabkan outage ini. ”Satu tim meminta perubahan harus dibuat oleh tim lain, dan tim lainnya membuat perubahan,” kata Raffin. Ini melibatkan konfigurasi port jaringan, tetapi hanya sejumlah kecil orang tahu tentang hal itu. Lebih penting, kata Raffin, “permintaan perubahan yang sesuai belum selesai.” Masalah prosedural berada di jantung masalah. Kami tidak memiliki dokumentasi yang kami harus memiliki, “katanya Jika dokumentasi untuk mengubah port telah ada, Rollin mencatat, ‘yang akan menyebabkan kita untuk sangat cepat memberikan beberapa korelasi acara:. Lihatlah jam, lihatlah ketika sistem mulai menurun, dan kemudian berhenti dan menyadari apa yang kita benar-benar dibutuhkan untuk melakukan perubahan-perubahan kembali keluar, dan sistem akan memiliki kemungkinan dikembalikan sendiri dalam waktu singkat ”.
Menurut evelyn Hubbert, “seorang analis di Forrester Research Inc. pemadaman yang melanda biasa “mereka nggak membuat berita halaman depan karena itu memalukan. maka ketika terjadi sesuatu, katanya. “efek domino yang lengkap. sesuatu yang turun, sesuatu yang lain turun. itu sayangnya khas untuk banyak organisasi. “Schulz setuju.” Anda dapat memiliki semua software terbaik, semua hardware terbaik, ketersediaan tertinggi, Anda dapat memiliki orang-orang terbaik, “kata Schulz.” Namun, jika Anda tidak mengikuti praktek-praktek terbaik, Anda dapat membuat semua itu tidak berguna”.
2.      Contoh kasus cyber crime :
Dunia perbankan dalam negeri juga digegerkan dengan ulah Steven Haryanto, yang membuat situs asli tetapi palsu layanan perbankan lewat Internet BCA. Lewat situs-situs “Aspal”, jika nasabah salah mengetik situs asli dan masuk ke situs-situs tersebut, identitas pengguna (user ID) dan nomor identifikasi personal (PIN) dapat ditangkap. Tercatat 130 nasabah tercuri data-datanya, namun menurut pengakuan Steven pada situs Master Web Indonesia, tujuannya membuat situs plesetan adalah agar publik memberi perhatian pada kesalahan pengetikan alamat situs, bukan mengeruk keuntungan. Persoalan tidak berhenti di situ. Pasalnya, banyak nasabah BCA yang merasa kehilangan uangnya untuk transaksi yang tidak dilakukan. Ditengarai, para nasabah itu kebobolan karena menggunakan fasilitas Internet banking lewat situs atau alamat lain yang membuka link ke Klik BCA, sehingga memungkinkan user ID dan PIN pengguna diketahui. Namun ada juga modus lainnya, seperti tipuan nasabah telah memenangkan undian dan harus mentransfer sejumlah dana lewat Internet dengan cara yang telah ditentukan penipu ataupun saat kartu ATM masih di dalam mesin tiba-tiba ada orang lain menekan tombol yang ternyata mendaftarkan nasabah ikut fasilitas Internet banking, sehingga user ID dan password diketahui orang tersebut.
Modus kejahatan ini adalah penyalahgunaan user_ID dan password oleh seorang yang tidak punya hak. Motif kegiatan dari kasus ini termasuk ke dalam cybercrime sebagai kejahatan “abu-abu”. Kasus cybercrime ini merupakan jenis cybercrime uncauthorized access dan hacking-cracking. Sasaran dari kasus ini termasuk ke dalam jenis cybercrime menyerang hak milik (against property). Sasaran dari kasus kejahatan ini adalah cybercrime menyerang pribadi (against person).
3.      Contoh kasus budaya sistem informasi :
Dengan adanya media internet dengan mudah seluruh orang di dunia mengaksesnya ditambah dengan teknologi yang semakin canggih yang memungkin setiap orang untuk mengakses internet di mana saja dan kapan saja. Dengan adanya internet ini ada kelebihan dan kekurangannya. Kekurangan dari penggunan internet ini adalah semakin banyaknya orang yang melakukan plagiatisme dengan mencopy atau menyalin hasil karya seseorang tanpa mencanumkan nama pemilik atau link pemilik tersebut. Pada media massa secara online dalam memberikan beritanya pada websitenya harus mendapatkan persetujuan dari narasumber. Karena Hak Cipta seseorang sudah diatur dalam Undang-Undang jadi siapa saja yang melanggar harus siap untuk menerima hukuman yang setimpal pula. Dewasa ini internet telah menjadi bagian penting dari kehidupan moderen yang memerlukan segala sesuatu aktivitas yang serba cepat, efisien. Namun, sisi negatif nya adalah kehadiran internet bisa pula memudahkan terjadinya pelanggaran-pelanggaran di bidang Hak Kekayaan Intelektual (HKI) terutama masalah Hak Cipta. Perlindungan Hak Cipta di Jaringan Internet : Biasanya sebuah website terdiri dari informasi, berita, karya-karya fotografi, karya drama, musical,sinematografi yang kesemuanya itu merupakan karya-karya yang dilindungi oleh prinsip-prinsip tradisional Hak Cipta sebagaimana yang diatur dalam UU NO 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta.
·         Contoh Pelanggaran Hak Cipta di Internet:
Seseorang dengan tanpa izin membuat situs penyayi-penyayi terkenal yang berisikan lagu-lagu dan liriknya, foto dan cover album dari penyayi-penyayi tersebut. Contoh : Bulan Mei tahun 1997, Group Musik asal Inggris, Oasis, menuntut ratusan situs internet yang tidak resmi yang telah memuat foto-foto, lagu-lagu beserta lirik dan video klipnya. Alasan yang digunakan oleh grup musik tersebut dapat menimbulkan peluang terjadinya pembuatan poster atau CD yang dilakukan pihak lain tanpa izin. Kasus lain terjadi di Australia, dimana AMCOS (The Australian Mechanical Copyright Owners Society) dan AMPAL (The Australian Music Publishers Association Ltd) telah menghentikan pelanggaran Hak Cipta di Internet yang dilakukan oleh Mahasiswa di Monash University. Pelanggaran tersebut terjadi karena para Mahasiswa dengan tanpa izin membuat sebuah situs Internet yang berisikan lagu-lagu Top 40 yang populer sejak tahun 1989 (Angela Bowne, 1997 :142) dalam Hak Kekayaan Intelektual Suatu Pengantar, Lindsey T dkk.
Seseorang tanpa izin membuat situs di Internet yang berisikan lagu-lagu milik penyanyi lain yang lagunya belum dipasarkan. Contoh kasus : Group musik U2 menuntut si pembuat situs internet yang memuat lagu mereka yang belum dipasarkan (Angela Bowne, 1997 :142) dalam Hak Kekayaan Intelektual Suatu Pengantar, Lindsey T dkk. Seseorang dengan tanpa izin membuat sebuah situs yang dapat mengakses secara langsung isi berita dalam situs internet milik orang lain atau perusahaan lain. Kasus : Shetland Times Ltd Vs Wills (1997) 37 IPR 71, dan Wasington Post Company VS Total News Inc and Others (Murgiana Hag, 2000 : 10-11)dalam Hak Kekayaan Intelektual Suatu Pengantar, Lindsey T dkk. Namun, saat ini share (Membagi) suatu berita oleh Situs berita sudah merupakan sebuah nilai yang akan menaikan jumlah kunjungan ke situs berita itu sendiri, yang secara tidak langsung share(Membagi) berita ini akan menaikan Page Rank situs berita dan mendatangkan pemasang iklan bagi situs berita itu sendiri. Misalnya beberapa situs berita terkenal Indonesia menyediakan share beritanya melalui facebook, twitter, lintasberita.com dan lain-lain.
Maka, share ini secara tidak langsung telah mengijinkan orang lain untuk berbagi berita melalui media-media tersebut dengan syarat mencantumkan sumber berita resminya. Maka dalam kasus ini, Hak Cipta sebuah berita telah diizinkan oleh pemilik situs berita untuk di share melalui media-media lain asalkan sumber resmi berita tersebut dicantumkan. Hal ini sesuai dengan Pasal 14 c UU No 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta, dimana : Tidak dianggap sebagai pelanggaran Hak Cipta pengambilan berita aktual (berita yang diumumkan dalam waktu 1 x 24 jam sejak pertama kali diumumkan) baik seluruhnya maupun sebagian dari kantor berita, Lembaga Penyiaran, dan Surat Kabar atau sumber sejenis lain, dengan ketentuan sumbernya harus disebutkan secara lengkap.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar