1.
Contoh kasus
aplikasi sistem informasi :
·
Jet Blue and the Veterans Administration : The Critical Importance ofIT
Processes
Di tengah krisis, JetBlues departemen TI mengembangkan sebuah database yang
memungkinkan tim penjadwalan perusahaan penerbangan untuk meningkatkan
multitasking. ”Mereka menerima panggilan telepon dari anggota kru kami,
dan kami menciptakan sebuah database untuk masuk dalam keberadaan anggota kru
kami. Kemudian informasi yang akan sinkron dengan informasi tentang anggota kru
yang berada di sistem utama,” Brinker kata. ”Sekarang, selama situasi
cuaca, penerbangan kami dan tangan awak penerbangan dapat menghubungi kami dan
memberi kami lokasi di mana mereka berada, dan kita dapat mulai membangun kembali
penerbangan immediately menggunakan alat ini Kami melakukannya dengan referensi
silang di mana. para awak kapal mengatakan mereka dibandingkan tempat
computer kata mereka, yang tidak selalu sinkron.” Brinker berkata perusahaan
penerbangan tidak pernah berpengalaman menurun penuh sebelumnya, jadi ini tidak
dibutuhkan untuk menggunakan jenis dari database. “Sistem, yang mana telah
dikembangkan dalam 24 jam dan diterapkan di dalam pertengahan krisis JetBlue,
sekarang sedang diterapkan sebagai waktu sistem penuh, “katanya. Ini adalah
nyata di balik layar perbaikan untuk kedua anggota kru kami dan pelanggan,”
katanya. JetBlue juga meningkatkan cara berkomunikasi dengan pelanggan,
termasuk mendorong keluar peringatan penerbangan otomatis untuk pelanggan:
melalui e-mail dan perangkat mobile.
Pada pagi hari 31 Agustus 2007, staf
di pusat-pusat medis di seluruh california utara mulai hari kerja, mereka
dengan cepat menemukan bahwa mereka tidak bisa masuk ke sistem pasien
mereka. Aplikasi utama pasien , vista dan CPRS, tiba-tiba menjadi tidak
tersedia. Fasilitas medis yang terkena dampak langsung diimplementasikan
rencana darurat lokal mereka, yang terdiri dari tiga tingkat: yang pertama dari
mereka adalah kegagalan dari data pusat sacramento ke pusat data denver,
menurut Bryan D. volpp, kepala asosiasi staf dan informatika klinis. volpp
diasumsikan bahwa pusat data di sacramento akan pindah ke tingkat cadangan
pertama, beralih ke denver data center. itu tidak terjadi. Pada hari, situs
denver tidak tersentuh oleh usia keluar sama sekali. 11 situs berjalan di
daerah itu dipertahankan operasi normal mereka sepanjang hari. jadi mengapa
tidak. Tim Raffin membuat keputusan untuk jatuh ke denver? apa tim di
sacramento ingin menghindari itu menempatkan pada risiko 11 lokasi yang tersisa
dalam lingkungan hidup denver, fasilitas yang masih beroperasi tanpa gangguan.
masalahnya bisa saja perangkat lunak terkait. “Raffin mengatakan dalam kasus
itu, masalahnya mungkin telah menyebar ke fasilitas VA denver, juga. Sejak
kelompok sacramento tidak dapat menentukan masalah. Mereka membuat keputusan
untuk tidak jatuh.
Menurut volpp, gangguan sangat menghambat operasi normal
kita, khususnya dengan rawat inap dan rawat jalan dan farmasi, kurangnya
catatan elektronik dicegah penduduk pada putaran mereka dari mengakses grafik
pasien untuk meninjau hasil hari sebelum atau menambahkan perintah. perawat
tidak bisa menyerahkan pergeseran dari satu ke yang lain melalui vista. karena
mereka terbiasa. pembuangan harus ditulis dengan tangan, sehingga pasien tidak
menerima daftar normal instruksi atau obat, yang biasanya diproduksi secara
elektronik. Volpp mengatakan, bahwa dalam beberapa jam pemadaman
tersebut. ”Sebagian besar pengguna mulai merekam dokumentasi mereka di
atas kertas,” termasuk resep, pesanan laboratorium, bentuk persetujuan dan
tanda-tanda vital dan pemutaran. Ahli Jantung tidak bisa membaca EKG, karena
mereka biasanya Ulasan online, juga tidak bisa mereka memesan, update, atau
menanggapi konsultasi. Di Sacramento, kelompok akhirnya pegangan pada apa yang
terjadi menyebabkan outage ini. ”Satu tim meminta perubahan harus dibuat
oleh tim lain, dan tim lainnya membuat perubahan,” kata Raffin. Ini
melibatkan konfigurasi port jaringan, tetapi hanya sejumlah kecil orang tahu tentang
hal itu. Lebih penting, kata Raffin, “permintaan perubahan yang sesuai
belum selesai.” Masalah prosedural berada di jantung masalah. Kami
tidak memiliki dokumentasi yang kami harus memiliki, “katanya Jika dokumentasi
untuk mengubah port telah ada, Rollin mencatat, ‘yang akan menyebabkan kita
untuk sangat cepat memberikan beberapa korelasi acara:. Lihatlah jam,
lihatlah ketika sistem mulai menurun, dan kemudian berhenti dan menyadari
apa yang kita benar-benar dibutuhkan untuk melakukan perubahan-perubahan kembali
keluar, dan sistem akan memiliki kemungkinan dikembalikan sendiri dalam waktu
singkat ”.
Menurut evelyn Hubbert, “seorang analis di Forrester
Research Inc. pemadaman yang melanda biasa “mereka nggak membuat berita halaman
depan karena itu memalukan. maka ketika terjadi sesuatu, katanya. “efek domino
yang lengkap. sesuatu yang turun, sesuatu yang lain turun. itu sayangnya khas
untuk banyak organisasi. “Schulz setuju.” Anda dapat memiliki semua software
terbaik, semua hardware terbaik, ketersediaan tertinggi, Anda dapat memiliki
orang-orang terbaik, “kata Schulz.” Namun, jika Anda tidak mengikuti
praktek-praktek terbaik, Anda dapat membuat semua itu tidak berguna”.
2.
Contoh kasus cyber crime :
Dunia perbankan dalam negeri juga
digegerkan dengan ulah Steven Haryanto, yang membuat situs asli tetapi palsu
layanan perbankan lewat Internet BCA. Lewat situs-situs “Aspal”, jika nasabah
salah mengetik situs asli dan masuk ke situs-situs tersebut, identitas pengguna
(user ID) dan nomor identifikasi personal (PIN) dapat ditangkap. Tercatat 130
nasabah tercuri data-datanya, namun menurut pengakuan Steven pada situs Master
Web Indonesia, tujuannya membuat situs plesetan adalah agar publik memberi
perhatian pada kesalahan pengetikan alamat situs, bukan mengeruk keuntungan. Persoalan
tidak berhenti di situ. Pasalnya, banyak nasabah BCA yang merasa kehilangan
uangnya untuk transaksi yang tidak dilakukan. Ditengarai, para nasabah itu
kebobolan karena menggunakan fasilitas Internet banking lewat situs atau alamat
lain yang membuka link ke Klik BCA, sehingga memungkinkan user ID dan PIN
pengguna diketahui. Namun ada juga modus lainnya, seperti tipuan nasabah telah
memenangkan undian dan harus mentransfer sejumlah dana lewat Internet dengan
cara yang telah ditentukan penipu ataupun saat kartu ATM masih di dalam mesin
tiba-tiba ada orang lain menekan tombol yang ternyata mendaftarkan nasabah ikut
fasilitas Internet banking, sehingga user ID dan password diketahui orang
tersebut.
Modus kejahatan ini adalah
penyalahgunaan user_ID dan password oleh seorang yang tidak punya hak. Motif
kegiatan dari kasus ini termasuk ke dalam cybercrime sebagai kejahatan
“abu-abu”. Kasus cybercrime ini merupakan jenis cybercrime uncauthorized access
dan hacking-cracking. Sasaran dari kasus ini termasuk ke dalam jenis cybercrime
menyerang hak milik (against property). Sasaran dari kasus kejahatan ini adalah
cybercrime menyerang pribadi (against person).
3.
Contoh kasus budaya sistem informasi :
Dengan
adanya media internet dengan mudah seluruh orang di dunia mengaksesnya ditambah
dengan teknologi yang semakin canggih yang memungkin setiap orang untuk
mengakses internet di mana saja dan kapan saja. Dengan adanya internet ini ada
kelebihan dan kekurangannya. Kekurangan dari penggunan internet ini adalah
semakin banyaknya orang yang melakukan plagiatisme dengan mencopy atau menyalin
hasil karya seseorang tanpa mencanumkan nama pemilik atau link pemilik
tersebut. Pada media massa secara online dalam memberikan beritanya pada
websitenya harus mendapatkan persetujuan dari narasumber. Karena Hak Cipta
seseorang sudah diatur dalam Undang-Undang jadi siapa saja yang melanggar harus
siap untuk menerima hukuman yang setimpal pula. Dewasa ini internet telah
menjadi bagian penting dari kehidupan moderen yang memerlukan segala sesuatu
aktivitas yang serba cepat, efisien. Namun, sisi negatif nya adalah kehadiran
internet bisa pula memudahkan terjadinya pelanggaran-pelanggaran di bidang Hak
Kekayaan Intelektual (HKI) terutama masalah Hak Cipta. Perlindungan Hak Cipta
di Jaringan Internet : Biasanya sebuah website terdiri dari informasi, berita,
karya-karya fotografi, karya drama, musical,sinematografi yang kesemuanya itu
merupakan karya-karya yang dilindungi oleh prinsip-prinsip tradisional Hak
Cipta sebagaimana yang diatur dalam UU NO 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta.
·
Contoh Pelanggaran Hak Cipta di Internet:
Seseorang dengan tanpa izin membuat situs
penyayi-penyayi terkenal yang berisikan lagu-lagu dan liriknya, foto dan cover
album dari penyayi-penyayi tersebut. Contoh : Bulan Mei tahun 1997, Group Musik
asal Inggris, Oasis, menuntut ratusan situs internet yang tidak resmi yang
telah memuat foto-foto, lagu-lagu beserta lirik dan video klipnya. Alasan yang
digunakan oleh grup musik tersebut dapat menimbulkan peluang terjadinya
pembuatan poster atau CD yang dilakukan pihak lain tanpa izin. Kasus lain
terjadi di Australia, dimana AMCOS (The Australian Mechanical Copyright Owners
Society) dan AMPAL (The Australian Music Publishers Association Ltd) telah
menghentikan pelanggaran Hak Cipta di Internet yang dilakukan oleh Mahasiswa di
Monash University. Pelanggaran tersebut terjadi karena para Mahasiswa dengan
tanpa izin membuat sebuah situs Internet yang berisikan lagu-lagu Top 40 yang
populer sejak tahun 1989 (Angela Bowne, 1997 :142) dalam Hak Kekayaan
Intelektual Suatu Pengantar, Lindsey T dkk.
Seseorang
tanpa izin membuat situs di Internet yang berisikan lagu-lagu milik penyanyi
lain yang lagunya belum dipasarkan. Contoh kasus : Group musik U2 menuntut si
pembuat situs internet yang memuat lagu mereka yang belum dipasarkan (Angela
Bowne, 1997 :142) dalam Hak Kekayaan Intelektual Suatu Pengantar, Lindsey T
dkk. Seseorang dengan tanpa izin membuat sebuah situs yang dapat mengakses
secara langsung isi berita dalam situs internet milik orang lain atau
perusahaan lain. Kasus : Shetland Times Ltd Vs Wills (1997) 37 IPR 71, dan
Wasington Post Company VS Total News Inc and Others (Murgiana Hag, 2000 :
10-11)dalam Hak Kekayaan Intelektual Suatu Pengantar, Lindsey T dkk. Namun,
saat ini share (Membagi) suatu berita oleh Situs berita sudah merupakan sebuah
nilai yang akan menaikan jumlah kunjungan ke situs berita itu sendiri, yang
secara tidak langsung share(Membagi) berita ini akan menaikan Page Rank situs
berita dan mendatangkan pemasang iklan bagi situs berita itu sendiri. Misalnya
beberapa situs berita terkenal Indonesia menyediakan share beritanya melalui
facebook, twitter, lintasberita.com dan lain-lain.
Maka,
share ini secara tidak langsung telah mengijinkan orang lain untuk berbagi berita
melalui media-media tersebut dengan syarat mencantumkan sumber berita resminya.
Maka dalam kasus ini, Hak Cipta sebuah berita telah diizinkan oleh pemilik
situs berita untuk di share melalui media-media lain asalkan sumber resmi
berita tersebut dicantumkan. Hal ini sesuai dengan Pasal 14 c UU No 19 tahun
2002 tentang Hak Cipta, dimana : Tidak dianggap sebagai pelanggaran Hak Cipta
pengambilan berita aktual (berita yang diumumkan dalam waktu 1 x 24 jam sejak
pertama kali diumumkan) baik seluruhnya maupun sebagian dari kantor berita,
Lembaga Penyiaran, dan Surat Kabar atau sumber sejenis lain, dengan ketentuan
sumbernya harus disebutkan secara lengkap.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar